Bapak-Anak Bunuh Diri Nyebur Kolam Listrik

14.51 |
Imam Rosyadi (34) warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah ditemukan tewas bunuh diri. Dia nekat mengakhiri hidupnya bersama putri semata wayang, Safrina Aisya Putri (10) dengan menyetrum listrik ke tubuhnya di dalam kolam.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Fadli (70), orang tua Imam saat pulang kerja dan hendak mandi di rumah putranya. Jenazah ayah dan anak ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 16.30 WIB dalam kolam air yang dibuat dari terpal berukuran satu meter persegi di kamar korban.

Fadli mengaku, saat pulang bekerja ia hanya menemukan air di dalam bak penampungan air dalam keadaan kosong. Dia lantas mengecek rumah putranya yang terletak bersebelahan. Saat tiba, pintunya dalam keadaan terkunci.

Untuk memastikan kondisi korban yang dikabarkan tengah tidur, Fadli memaksa masuk melalui pintu belakang rumah. Sampai di dalam, dia masih mengira korban dalam keadaan tertidur pulas.

"Saat hendak membangunkan cucu, saya justru tersengat listrik. Akhirnya, kabel listrik yang masuk ke dalam kolam langsung saya cabut," ujar Fadli, Senin (28/1), seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Bekan, tetangga korban, mengatakan Imam nekat bunuh diri dengan mengajak anaknya karena perselisihan dengan istrinya Nurindiawarti (30). Sebelum bunuh diri, istri korban sempat merantau ke Jakarta.

"Korban juga meninggalkan pesan yang ditulis di kamar, kertas bekas kalender, dan kaca rumah untuk mengungkapkan kekecewaannya terhadap istrinya," katanya.

Imam dan istrinya sudah hampir tiga bulan pisah rumah. Sang istri yang semula bekerja di Jakarta, memilih tinggal di rumah orang tuanya di Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan dibanding kembali bersama suaminya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Bakharuddin melalui Kapolsek Pecangaan AKP Sukarman mengatakan bahwa kematian Imron dan anaknya murni bunuh diri. Adapun motif bunuh diri, diduga terkait masalah ekonomi.

Dugaan bunuh diri juga diperkuat hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Pecangaan yang menyimpulkan bahwa korban tewas akibat tersetrum listrik. "Tanda-tanda korban mengalami penganiayaan juga tidak ada," ujarnya.

Selanjutnya, polisi mengamankan barang bukti berupa kabel yang dipakai untuk menyengatkan diri dan sejumlah pesan yang ditulis korban pada kertas bekas kalender.
Read more…

Festival Tong Tek 1433 H

14.44 |

Jepara, 11 Agustus 2012 bertepatan juga pada malam minggu suasana kota jepara khususnya di daerah dekat masjid agung jepara tak seperti biasanya, gemuruh bunyian tok tek menggema dimana-mana. Iya betul malam ini festifal tongtek segera berlangsung Acara yang di adakan Remaja masjid agung jepara "Baitul Makmur" dalam rangka Ramadhan Mubarak XIII bertepatan juga dengan Ramadhan 1433H. Jumlah peserta kurang lebih 84 dari seluruh warga yang ada dijepara. Acara di mulai sekitar pukul 20.30 WIB sehabis shalat Tarawih. Festival Tong Tek kali ini juga sebagai ganti Festifal 17 Agustus yang tidak bisa dilaksanakan karena bertepatan dengan puasa ramadhan 1433H.

Satu per satu peserta dengan semangat memainkan alat musik yang mereka bawa. ada yang pakai peralatan dapur, ada juga yang full team marching band bak 17 Agustus-an. Mulai dari anak Sekolah dasar sampai orang dewasa ikut meramaikan Festifal tongtek kali ini. Tak Anyal dengan banyaknya peserta Festifal Tongtek ini berakhir larut malam. Sekitar pukul 00.00 WIB

serba kreatif

Ada yang membuat kapal2an seperti kapal perang, aja juga yang berkostum ala kadarnya tidak pakai sendal jepit dan hanya menggunakan bambu sebagai alat musiknya, ada yang serem dan lucu juga seperti pocong2an dan badut. Semuanya menyatu dalam semangat Ramadhan dan 17-san.


Read more…

3 Kuburan di acak-acak orang tidak di kenal

11.23 |

JEPARA - Entah apa yang terjadi di pemakaman Winong Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. tiga kuburan di acak-acak oleh orang yang tidak dikenal, tiga makam tersebut adalah makam Gatot Sutanto (40), warga RT 15 RW 4, yang dikebumikan pada 23 Mei lalu, kemudian Paniman (60), warga RT 15 RW 3 (13 Juli). Sutris (70) warga RT 14 RW 4 (6 Juni)
Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini dilakukan tak lama setelah ketiga nama tersebut dikuburkan. Pada kejadian yang menimpa kuburan Gatot dan Paniman, pihak keluarga dan warga sekitar masih menganggap tidak ada apa-apa.
Tapi, ketika itu kembali terjadi pada makam Sutris, mulai ada kecurigaan dari warga sukosono. Bahkan, di makan Sutris dilakukan hingga dua kali, yakni pada malam ketiga dan kelima dari hari pemakaman.
Pihak keluarga almarhum Sutris mulai resah dengan kejadian tersebut. akhirnya keluarga Sutris bermusyawarah dengan Pemerintah Desa Sukosono untuk membongkar makam, kemarin. Tujuannya, untuk mengetahui kondisi jasad di dalam kuburan, apakah masih utuh atau tidak.
Untuk kedua makam lainnya yaitu makan Gatot dan Paniman tidak ada pembongkarang karena belum ada izin dari pihak keluarga. (HaloJepara, MAL)

Read more…

Pameran Kaos Lukis Jepara 2012

10.03 |

Jepara - Semakin beragam cara yang dilakukan muda mudi Jepara dalam mengekspresikan jiwa seni dan kreativitasnya, salah satunya adalah dengan melukis. Namun ini ada yang berbeda, kalau biasanya melukis di atas kertas atau kanvas, kali ini media yang di gunakan adalah kaos. ya, kaos-kaos yang biasanya dicetak sablon ini, malah di jadikan media lukis oleh muda-mudi Jepara. Meskipun bahan catnya yang di pake sama sepeti cetak sablon, namun hasil kaos lukis lebih indah dan mengandung nilai seni yang luar biasa.

Kaos lukis hasil dari anak muda Jepara yang kreatif ini di pamerkan di Museum R.A Kartini, pameran yang direncanakan akan berlangsung selama tiga hari ini sudah dipadati pengunjung baik yang hanya sekedar melihat-lihat atau mau membeli kaos lukis. Harga kaos sendiri bisa di bilang agak mahal dari kaos-kaos biasa, satu buah kaos bisa dihargai sekitar Rp. 175.000,00 per kaos. Tapi, melihat proses dan hasilnya, rasanya sebanding ya harga segitu. Selain yang pastinya Limited Edition, lukisan ini tidak hanya bisa di pajang sebagai koleksi, tapi juga bisa dipake kemana-mana.

Pameran Kaos Lukis ini diselenggarakan bersama dengan peresmian Komunitas Reagge Jepara. Hebat ya, semakin banyak komunitas-komunitas di Jepara yang menyelenggarakan acara-acara keren seperti ini. Semakin Kreatif Jepara ! Semakin Kreatif Indonesia ! (Halo Jepara, yzd)
Read more…

"Anak Bunuh Ibu"

13.35 |
Seorang ibu di Jepara dibunuh anak kandungnya sendiri dengan cara tragis.

Nasib tragis dialami Siti Faizah, wanita paruh baya asal desa Kedungsari Muyo Jepara Jawa Tengah. Ia ditemukan tewas di bekas kolam ikan samping rumahnya Minggu malam,terbungkus tikar dan dikubur di kedalaman satu meter. Kematiannya terungkap setelah para tetangga curiga tak menemukan Siti selama tiga hari karena ia biasa menggelarpengajian di rumahnya.

Tak puas dengan jawaban anak Siti yang menyebutkan ibunya  sedang pergi, tetangga menggali gundukan tanah di samping rumah korban dan menemukan Situ sudah dalam keadaan mulai membusuk. Meski  menyangkal, namun akhirnya diketahui Siti tewas dibunuh putranya sendiri yang diduga mengalami depresi.

Polisi akan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa untuk memastikan apakah menderita gangguan jiwa atau hanya berpura pura untuk menghindari tuntutan hukum
Read more…

PLTU Tanjung Jati B Unit 4 Jepara Diresmikan

11.30 |
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 4 Tanjung Jati B di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diresmikan, Senin (6/2/2012).

Peresmian itu dihadiri pula Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Bupati Jepara Hendro Martojo, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, dan Direktur Utama PLN Nur Pamudji.

Melalui peresmian itu PLTU Tanjung Jati B memiliki empat unit pembangkit listrik berkapasitas total 2.640 MW. Keempat unit itu adalah Unit I dan II masing-masing 662 MW yang sudah beroperasi pada 2006, dan Unit III dan IV juga masing-masing berkapasitas 662 MW.

"PLTU merupakan salah satu solusi mengatasi persoalan kelistrikan di Indonesia. Selain tenaga uap, kami tengah mengembangkan energi listrik tenaga panas bumi, air, matahari, dan angin," kata dia.
Read more…

Jepara Masih Sediakan Lahan untuk PLTU

11.28 |
 Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendukung pemerintah pusat untuk menambah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pemkab Jepara bahkan siap menyediakan lahan untuk membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara itu.
Hal itu dikemukakan Bupati Jepara Hendro Martojo ketika mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik meresmikan PLTU Tanjung Jati B Unit 4 di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, Senin (6/2/2012).
Menurut Hendro, Pemkab Jepara telah menyediakan tanah di Dusun Keongsewu, Desa Sepuro, Kecamatan Mlonggo, untuk membangun PLTU lagi. Lokasi itu telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara.
"Silakan kalau pemerintah pusat hendak membangun lagi PLTU di lokasi itu, karena lokasi itu cukup representatif dan dekat dengan laut," kata Hendro.
Ia mengatakan, Pemkab Jepara mengambil langkah itu untuk mendukung program penambahan daya listrik nasional. Program itu dapat meningkatkan dan menggerakkan perekonomian Jepara.
"Buktinya, selama pembangunan PLTU Tanjung Jati B, Jepara menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal. Begitu pula setelah beroperasi, serapan tenaga kerja juga ada dan tumbuh usaha-usaha kecil lain di sekitar PLTU," tutur Hendro.
Read more…

21 Srikandi Bersepeda Jepara-Bandung

11.27 |
Jika tak ada aral melintang, Kamis (19/4/2012) pagi esok, 21 perempuan yang tergabung dalam Bike to Work (R2W) akan bersama-sama bersepeda dari Jepara ke Bandung. Perjalanan sejauh 588 kilometer itu diperkirakan pungkas selama enam hari mendatang.
Rencana perjalanan dalam Srikandi Jilid 2 ini dipaparkan, Rabu, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta.
Ketua Umum B2W Indonesia, Toto Sugito, menjelaskan, perjalanan gowes para anggotanya ini ingin mengulang sukses kegiatan serupa April 2011 lalu dalam Srikandi Jilid 1, dari Jepara ke Jakarta.
Perjalanan Srikandi Jilid 2 akan melewati Jepara-Solo-Yogya-Gombong-Majenang-Tasikmalaya-
Read more…

45 Calon TKI Asal Jepara Dipulangkan

09.19 |
Para calon tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jepara, Jawa Tengah, yang tertangkap di Kalimantan Barat pekan lalu, akan dipulangkan pada Rabu (20/6/2012). Mereka terpaksa dipulangkan karena dokumen yang mereka bawa tidak lengkap.
Kepala Subdiretorat IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Nowo Winarti mengatakan, para calon TKI itu semula hendak bekerja di Sarawak, Malaysia. Mereka hanya membawa dokumen imigrasi berupa paspor. Padahal, untuk bekerja di luar negeri, diperlukan juga dokumen ketenagakerjaan, seperti asuransi, perintah kerja, dan kartu tanda kerja luar negari.
"Mereka dipulangkan ke tempat asal karena prosedur penanganannya memang demikian. Setelah ditampung sementara di Dinas Sosial Kalbar sejak pekan lalu, mereka dipulangkan," kata Nowo.
Read more…

Peta Wisata Memberdayakan Pengrajin Jepara

09.18 |
Center for International Forestry Research (CIFOR) meluncurkan Peta Wisata dan Belanja Mebel Jepara pada Kamis (12/7/2012).
Peta ini diharapkan bisa memberdayakan pengrajin setempat yang sebenarnya punya keahlian namun kurang mendapat keuntungan.
Herry Purnowo, ilmuwan dari CIFOR mengungkapkan, pengrajin Jepara saat ini menghadapi beberapa masalah seperti tuntutan memproduksi kerajinan "hijau", pasokan kayu yang tak sesuai kebutuhan dan lainnya. Salah satu masalah adalah penghasilan yang sedikit.
"Antara pengrajin dan pembeli ada banyak orang yang berada di tengah atau pengepul. Harga kerajinan bisa menjadi mahal tapi margin yang diperoleh pengrajin dari penjualan sangat minim," ungkap Herry.
Pengepul atau middleman bisa jadi tak cuma satu pihak. Salah satu faktor munculnya pengepul adalah keterbatasan pengrajin yang belum bisa berhubungan dengan pembeli secara langsung.
"Dengan peta ini, pembeli dan pengrajin bisa lebih dekat. Kalau-tahu petanya, pembeli bisa datang langsung ke tempat pengrajin," kata Herry. Harapannya, rantai perdagangan yang lebih pendek bisa memberi kesempatan pengrajin meraih keuntungan lebih besar.
Peta wisata dan belanja mebel Jepara memuat 8 wilayah sentra kerajinan. Wilayah itu diantaranya Senenan yang menjadi sentra ukiran relief, Mulyoharjov sebagai sentra kerajinan patung dan Tahunan yang merupakan showroom mebel sepanjang 6 km.
Peta dikemas dalam bentuk buklet dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Herry berharap, dengan peta yang berupaya memperpendek rantai perdagangan kerajinan ini, pengrajin bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.
Selain meluncurkan peta wisata, CIFOR juga meluncurkan buku "Pelangi di Tanah Kartini". Buku tersebut menyuguhkan kisah inspiratif 6 orang pengrajin Jepara yang berjuang mepertahankan eksistensi kerajinan Jepara di tengah beragam tantangan.
Read more…