Pelayaran Jepara-Karimunjawa Ditutup Sepekan

08.54 |


Pelayaran Jepara-Karimunjawa, Jawa Tengah, ditutup selama sepekan 7-14 Januari. Pasalnya gelombang di dua perairan itu masih tinggi, 3-5 meter.

Syahbandar Pelabuhan Jepara Dwiyanto, Kamis (10/1/2013), mengatakan, penutupan pelayaran itu berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng. Di perairan Karimunjawa, BMKG memperkirakan kecepatan angin 19-30 knot dan tinggi gelombang 3,5-5 meter.

"Adapun di perairan 10-27 knot dan tinggi gelombang 1-4 meter. Adapun rata-rata gelombang maksimal di kedua perairan itu 4-5 meter," kata dia.

Untuk itu, Dwiyanto meminta pula agar kapal-kapal penumpang dan nelayan tidak melaut dahulu pada 7-14 Januari. Meskipun begitu, pertimbangan situasi laut secara konkret dilakukan pula.

"Jika cuaca membaik, kami akan mengeluarkan izin berlayar. Hal itu kami lakukan demi keselamatan," kata Dwiyanto.
Read more…

Sambut Ramadhan Dengan Pawai Lampion

09.17 |
JEPARA Kalinyamatan, Pawai Lampion adalah salah satu pesta tradisi warga Kalinyamatan untuk menyambut bulan suci ramadhan, hampir seluruh warga kalinyamatan bahkan ada juga yang datang dari luar desa kalinyamatan datang berbondong-bondong untuk menyaksikan dan melestarikan pawai lampion ini.

Walaupun di laksanakan pada malam hari, acara pawai lampion tetap meriah. Puluhan Lampu Lampion dan jajanan pasar di arak sepanjang jalan Kalinyamatan, tradisi Pawai Lampion ini di laksanakan pada tanggal 29 sya'ban.

Tradisi pawai lampion ini juga tidak hanya sekedar pawai biasa, banyak makna yang terkandung didalamnya. Jajan pasar. banyak ibu-ibu warga kalinyamatan membuat jajan pasar untuk di arak dan di bagikan kepada tetangga-tetangganya. Selain mempererat tali silaturokhim antar warga kelinyamatan acara ini juga bertujuan untuk mengajarkan para pemuda untuk selalu melestarikan tradisi budaya pawai lampion ini, (HaloJepara, MAL)
Read more…

Jangan Lewatkan Perang Obor di Jepara

11.50 |
Berbicara tentang pariwisata Jawa Tengah, ingatan biasa langsung melayang ke Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Dieng, Semarang, ataupun Solo. Padahal, Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten dan kota. Masing-masing memiliki daya tarik wisata andalannya.

Salah satunya adalah Jepara yang tenar dengan kursi-kursi kayu jati dan Karimun Jawa. Nah, akhir pekan Anda bisa mampir ke Jepara, tak hanya untuk menikmati keindahan Karimun Jawa, tetapi mengikuti tradisi unik festival obor yang akan berlangsung pada 28 April 2012 ini.

Sesuai namanya, yaitu Perang Obor Tegalsambi, ritual tradisional di kegelapan malam ibarat perang api. Perang obor menjadi ciri khas Desa Tegalsambi dan merupakan ritual kuno sejak awal abad ke-16.

Konon, perang obor dimulai oleh seorang tokoh desa bernama Kiai Babadan dan abdinya yang bernama Ki Gemblong. Ritual sedekah bumi diyakini untuk menghindari desa dari segala bala. Oleh karena itu, perang obor biasa dilakukan tergantung masa panen.

Obor yang digunakan sendiri terbuat dari pelepah dan daun kelapa yang sudah kering. Adu obor terus berlangsung sampai obor-obor habis. Luka bakar pun tak terhindari. Namun, uniknya, luka bakar dari peserta akibat bara bisa diobati dengan air bertuah yang diberikan tokoh adat setempat.

Keesokan harinya, Anda bisa menelusuri pantai-pantai yang ada di Jepara, seperti Pantai Bandengan yang berada sekitar tujuh kilometer ke utara dari pusat Kota Jepara. Pantai berpasir putih ini cocok untuk tempat berenang dan tempat favorit untuk melihat matahari terbenam.

Bisa juga mampir ke Pantai Bondo, Pantai Kartini, atau Pantai Empuk Rancak. Pantai Empuk Rancak awalnya kalah tenar dengan pantai-pantai lainnya di Jepara. Namun, sejak penduduk lokal secara mandiri mengelola pantai ini, Pantai Empuk Rancak mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Apalagi di tempat ini banyak warung-warung makan seafood. Menikmati hidangan laut yang segar di tepi pantai berpasir putih pasti terasa nikmat. Pantai ini berada di Desa Karang Gondang.

Anda penggemar wisata sejarah? Maka, arahkan perjalanan ke sebuah benteng Portugis yang berada di Desa Banyumanis. Letaknya agak jauh dari pusat Kota Jepara, yaitu sekitar 45 kilometer ke arah utara. Perjalanan menuju benteng akan melewati jalanan yang kanan dan kiri jalannya ditumbuhi pohon berusia ratusan tahun. Peninggalan kolonial Portugis ini dibangun pada 1632. 

Wisata kuliner pun tak bisa dilewatkan. Coba cicipi aneka makanan tradisional klenyem, kenyol, dan nagasar, yang merupakan jajanan tradisional. Ada pula pindang srani yang terbuat dari ikan kerapu dengan kuah kuning. Salah satu tempat berburu kuliner Jepara adalah di Shopping Center Jepara.

Menuju Jepara sangatlah mudah. Dari Jakarta bisa naik bus dari Terminal Rawamangun, Terminal Kampung Rambutan, atau Terminal Lebak Bulus, dengan kisaran tiket Rp 350.000 pergi-pulang. Jika dengan kereta api, bisa naik kereta ekonomi Kertajaya dari Stasiun Senen. Lebih nyaman dengan kereta eksekutif Sembrani atau kereta kelas bisnis Gumarang dari Stasiun Gambir.
Read more…

KMP Muria Berhasil Sandar di Pantai Kartini Jepara

11.31 |
Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria tujuan Jepara-Karimunjawa, Jawa Tengah, berhasil sandar di Pelabuhan Pantai Kartini, Jepara, Senin (9/1/2012), sekitar pukul 16.00. Kapal dan penumpang dalam kondisi aman.
"Setelah mengalami kesulitan menembus ombak besar, KMP Muria akhirnya bisa merapat," kata Manajer Operasional KMP Muria Leo Yuliansyah.
KMP Muria berangkat dari Jepara pukul 08.30 dengan 170 penumpang. Setelah berlayar selama lebih kurang 1,5 jam, KMP Muria putar haluan karena ombak di Perairan Kepulauan Karimunjawa besar.
Lantaran kondisi ombak di sekitar Laut Jepara tidak begitu besar, sekitar 1-1,5 meter, KMP Muria memilih untuk bersandar. Sebelumnya dikabarkan, KMP Muria berencana mengamankan diri di Pulau Panjang.
KMP Muria juga dikabarkan sempat miring karena salah satu tali pengikat truk putus. Penumpang diminta mengimbanginya dengan menempati sisi berlawanan.
Terkait dengan tali pengikat truk yang putus, Leo membenarkan itu. "Tali pengikat memang putus, namun anak buah kapal segera mengatasinya," kata dia.
Read more…

21 Srikandi Bersepeda Jepara-Bandung

11.27 |
Jika tak ada aral melintang, Kamis (19/4/2012) pagi esok, 21 perempuan yang tergabung dalam Bike to Work (R2W) akan bersama-sama bersepeda dari Jepara ke Bandung. Perjalanan sejauh 588 kilometer itu diperkirakan pungkas selama enam hari mendatang.
Rencana perjalanan dalam Srikandi Jilid 2 ini dipaparkan, Rabu, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta.
Ketua Umum B2W Indonesia, Toto Sugito, menjelaskan, perjalanan gowes para anggotanya ini ingin mengulang sukses kegiatan serupa April 2011 lalu dalam Srikandi Jilid 1, dari Jepara ke Jakarta.
Perjalanan Srikandi Jilid 2 akan melewati Jepara-Solo-Yogya-Gombong-Majenang-Tasikmalaya-
Read more…

Main "Banana Boat" di Pantai Bandengan

09.47 |
Selama musim liburan sekolah Pantai Bandengan Jepara, Jawa Tengah, ramai dikunjungi wisatawan terutama anak-anak sekolah. Setiap hari terutama di akhir pekan, seperti Minggu (8/7/2012) pantai yang berpasir putih ini diserbu pengunjung.

Hampir sebagian besar pengunjung mandi di pantai tersebut. Beberapa menyewa kano dan perahu karet yang digunakan di sekitar pantai. Namun ada permainan yang diminati pengunjung, yakni bermain banana boat dan jetski.

Untuk menikmati banana boat, pengunjung harus membayar Rp 30.000 per orang. Satu banana boat dapat di aiki lima orang hingga tujuh orang. Perahu karet yang bentuknya memanjang dan diwarnai seperti pisang itu, kemudian ditarik berkeliling pantai dengan speed boat, sekitar 15 menit.

Kendati memicu adrenalin, permainan air ini tetap diminati wisatawan. Saat yang menyenangkan saat banana boat berada di pantai yang agak dalam, dan diterpa ombak sehingga menimbulkan ketegangan. Beberapa pengunjung bahkan berteriak histeris.
"Permainan ini menegangkan, tapi menyenangkan," ungkap Intan, gadis dari Semarang yang berlibur ke pantai tersebut.

Lokasi Pantai Bandengan posisinya sekitar tujuh kilometer sebelah utara dari pusat kota Jepara. Selain pasir putih, air pantai ini jernih sehingga membuat pengunjung betah untuk mandi di pantai tersebut. Semakin petang, semakin banyak pengunjung yang mandi. Mereka biasanya sengaja menunggu untuk menikmati keindahan pemandangan matahari terbenam (sunset) dari arah pantai tersebut.

Bagi wisatawan luar kota, tersedia sejumlah hotel di sekitar pantai tersebut. Bahkan ada hotel berbintang telah hadir di kawasan pantai tersebut. Sejumlah wisatawan asing juga datang menikmati keindahan Pantai Bandengan, yang tak kalah menarik dari pantai pasir putih di Bali.
Read more…

Pelayaran Jepara-Karimunjawa Pulih

09.36 |
 Kondisi perairan Jepara-Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai membaik. Otoritas pelabuhan setempat telah membuka jalur pelayaran di wilayah itu.
Syahbandar Pelabuhan Jepara Dwiyanto menjelaskan, tinggi gelombang di perairan itu maksimal 1,5 meter. Kondisi itu dapat dipergunakan untuk pelayaran kapal penumpang.
"Kami telah menerbitkan izin pelayaran bagi Kapal Motor Perintis Muria dan Kapal Motor Cepat Bahari Express," kata Dwiyanto, Rabu (20/6/2012) di Jepara.
Cuaca buruk melanda perairan Jepara-Karimunjawa sejak Minggu lalu. Gelombang setinggi 2-3 meter menyebabkan pelayaran Kapal Motor Perintis Muria dan Kapal Motor Cepat Bahari Express dihentikan sementara.
Read more…